16 Tahun Menikah, Punya 3 Anak, Tapi Ternyata Bukan Anak Kandung Semua, Pria ini Gugat Cerai Istri yang Hobi Selingkuh

Selingkuh itu menghancurkan, cepat atau lambat, mending kalau nikahnya baru sebentar, nah kalau sudah nikah selama 16 tahun dan baru tahu sekarang kalau selama ini diselingkuhi, bagaimana ceritanya?

Seorang Pria di Cina, sebut saja bernama Chen, terkejut bukan kepalang ketika mengetahui ketiga anaknya yang selama ini dianggap anak kandung, ternyata bukan anak biologisnya berdasarkan tes DNA.

Menikah selama 16 tahun, Chen, yang kini sudah berumur 45 tahun tidak memiliki prasangka apapun terhadap istrinya apalagi anak-anaknya yang sangat akrab dengannya dan memanggilnya Ayah seperti layaknya seorang Bapak.

Sang suami yang selama ini bekerja jauh dari rumah, merantau, untuk mencari nafkah bagi istri dan anak-anaknya sering berkomunikasi via telepon dan video call.

curiga
<sub>Ilustrasi Photo by Erik Mclean on <a href=httpswwwpexelscomphotoserious bearded man with photo camera on roadside 5864184 rel=nofollow>Pexelscom<a><sub>

Curiga Istri Selingkuh

Namun gelagat istrinya yang mulai menghindari telepon darinya membuat Chen mulai merasakan keanehan.
Dan ketika istrinya mengatakan ingin bekerja jauh dari rumah, kecurigaan Chen membuatnya melacak lokasi sang istri via GPS (Global Positioning System) yang dapat melacak titik keberadaan seseorang.

Menemukan Istri ke Hotel Bersama Pria Lain

Kecurigaan sang Suami berbuah hasil pahit, dia menemukan posisi GPS sang Istri, yang dilacaknya dengan menggunakan telepon genggamnya (handphone), di hotel yang berada di wilayah timur Cina.

Ditambah lagi diketahui bahwa istrinya, ketika keluar dari hotel tersebut, bersama seorang pria lain.

Memaafkan Istri untuk Menjaga Keutuhan Rumah Tangga

Biasanya memang, dan sering terjadi, pasangan yang diselingkuhi akan memaafkan pasangan yang mengkhianatinya, dengan pertimbangan keutuhan rumah tangga demi anak-anaknya.

Walau kadang saya sendiri menganggap hal itu bodoh, karena para selingkuh-er biasanya akan (hampir pasti) selingkuh lagi, tapi dapat dimengerti karena berbagai pertimbangan.

Begitu pula Chen, sang suami, dia memaafkan istrinya yang kedapatan sudah selingkuh dengan pria lain (dari hasil penyelidikannya tadi) demi anak-anaknya.

Tes DNA Ilustrasi
<sub>Test DNA<sub><br><sub> Ilustrasi Photo by cottonbro on <a href=httpswwwpexelscomphotoperson holding silver and blue pen 5721687 rel=nofollow>Pexelscom<a><sub>

Tes DNA Pertama

Namanya luka (karena diselingkuhi), sembuhnya pasti tidak sebentar, sang suami pun teringat bahwa sebelumnya hanya menginginkan 2 anak saja.

Setelah kelahiran anak kedua mereka, Chen (suami) dan Yu (istrinya) sepakat untuk menggunakan kontrasepsi atau alat KB (Keluarga Berencana).

Walaupun sudah KB, istrinya tetap kebobolan dan lahirlah anak ketiga mereka, yang sebelumnya dianggap sang suami sebagai hal yang biasa.

Namun, tertangkap basahnya sang istri selingkuh, membuat sang suami menyadari realita (kenyataan) bahwa anak ketiga mereka sama sekali tidak mirip dengannya (sang suami).

Dan untuk memastikan itu, sang suami pun melakukan tes DNA kepada anaknya, dengan hasil yang sangat tidak diinginkannya.

Hasil Tes DNA Pertama

Hasil tes DNA Pertama menunjukkan bahwa anak ketiga mereka bukan anak kandung (biologis)nya.

Memaafkan (Lagi) Demi Keutuhan Rumah Tangga

Walaupun kecewa, Chen berusaha menyelamatkan biduk rumah tangganya dengan menerima kenyataan dan memaafkan Yu, sang istri, yang sudah berselingkuh dan menghasilkan anak ketiganya.

Namun demikian, sang suami pun mulai memperhatikan kedua anak pertamanya dan melihat bahwa keduanya pun tidak mirip dengannya.

tes dna teliti
<sub>Tes DNA Lagi <sub><br><sub>Ilustrasi Photo by cottonbro on <a href=httpswwwpexelscomphotoperson in blue pants and blue socks standing beside black table 5721684 rel=nofollow>Pexelscom<a><sub>

Tes DNA (Lagi) Untuk Memastikan 2 Anak Lainnya

Menemukan bahwa kedua anak pertamanya pun tidak mirip dengannya, Chen kemudian melakukan Tes DNA terhadap anaknya itu.

Dengan hasil yang membuatnya shock (terkejut) bukan kepalang, kedua anaknya yang lain (selain anak ketiga yang dites DNA pertama kali) pun bukan anak biologis (kandung)nya juga.

Dan ketika dia (Chen. Suami) menunjukkan hasil Tes DNA itu kepada istrinya, istrinya langsung kabur meninggalkan rumah.

Kaburnya Istri, Minta Tolong Media

Menghilangnya sang istri, Yu, dari rumah, membuat Chen, sang suami panik, putus asa, dan kehilangan akal sehat karena dilanda depresi karena mengetahui fakta-fakta yang tidak seharusnya terjadi.

Karena tidak tahu harus minta tolong pada siapa, sewa detektif mahal, lapor polisi “ehem” (bergunakah menurut kalian?), Chen minta tolong pada media lokal Cina, dikutip dari South China Media Post, China Jiangxi Radio and TV Station untuk menemukan titik terang keberadaan istrinya yang lari meninggalkan rumah.

Chen menangis ketika diwawancara oleh stasiun televisi lokal dalam rangka mencari keberadaan sang istri, Yu.

Tanggapan Yu, Sang Istri, Merasa Benar

Usaha Chen mencari keberadaan sang istri melalui media lokal berbuah hasil, keberadaan Yu berhasil ditemukan.
Namun sang istri, Yu, merasa tidak berselingkuh.

“Saya tidak selingkuh darinya. Apa pentingnya kandung atau bukan? Pasangan mandul biasanya mengadopsi anak-anak mereka”, katanya ketika diwawancara via telepon.

Bahkan dia bersikeras bahwa Chen, sang suami, seharusnya mengabaikan itu dan tetap menganggap anak-anak mereka seperti sebelumnya,

“Tolong Empatilah sama saya, ketiga anak itu memanggilnya ‘ayah’ selama bertahun-tahun, tapi sekarang dia mengatakan kalua mereka bukan anaknya sendiri. Apa bedanya dia sama binatang?”

Tanggapan Netizen

“Betapa sedih suaminya! Apakah Yu sakit jiwa?” tulis salah satu komentar.

Yang lain turut menanggapi, “Chen bisa mendapatkan kompensasi dengan bantuan Pengadilan, tapi bagaimana dia bisa menyembuhkan sakit hatinya setelah 16 tahun (dikhianati)?”

Pandangan Ahli Hukum (Pengacara)

Seorang Pengacara, bernama Zhou, dari Firma Hukum Zhongchi, mengatakan kepada Stasiun TV dan Radio China Jiangxi,
“Sang Suami dapat mengajukan gugatan cerai jika dia menganggap kelakuan istrinya sangat merusak hubungan mereka”.
“Ketika (nantinya) mengajuakan gugatan ceral, secara hukum, dia tidak hanya dapat menuntut istrinya untuk mengganti biaya hidup dan pengeluaran lainnya untuk ketiga anak itu, tapi dia juga bisa menuntut ganti rugi atas penderitaan batin (yang dialaminya)”

Pengacara lain, bernama Yu, dari Kantor Hukum AllBright mengatakan kepada NetEase,
“Hukum Cina mengatur bahwa seseorang yang menyebabkan penderitaan kepada pasangannya dalam suatu pernikahan dapat kehilangan bagian dari pembagian harta gono gini dalam perceraian yang terjadi”.

Kesimpulan dan Tanggapan

Dalam suatu hubungan, yang paling penting adalah kepercayaan bahwa satu sama lain harus saling menjaga rasa percaya (bahwa pasangan kita tidak akan selingkuh) yang diberikan tanpa harus dikatakan atau diperjelas berkali-kali.

Tapi Chen juga tidak seharusnya (jika nantinya dia memilih untuk) mengabaikan anak-anaknya.

Karena mereka, ketiga anak itu, sesungguhnya tidak mengetahui dan tidak peduli siapa bapak kandungnya, dan dengan sungguh-sungguh menyayangi dan menganggap Chen sebagai Bapak bagi mereka.

"Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci)."
(HR Bukhari dan Muslim)

Ada pepatah mengatakan bahwa “anak-anak tidak bersalah” dalam keruntuhan rumah tangga, karena mereka belum begitu paham dengan dunia baru (bagi mereka) ini,

Semoga kita dapat memetik pejalaran dari sini, dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aamin.

Terima Kasih atas kunjungan dan komentarnya di NKRI One

Most Read
Scroll to Top