Prank 2 Triliun Rupiah, 1 NKRI Kena Tipu, Sampai Pejabat Tinggi Negara Turun Tangan

Dalam masa pandemi Covid-19, tentunya tidak sedikit Pengusaha Kaya yang ikut menyumbang dalam rangka penanganan Pandemi Covid di Indonesia, tapi berapa jumlahnya?

Saya belum pernah mendengar ada Pengusaha Indonesia yang menyumbang lebih dari 1 M (satu miliar) secara terbuka dan sesuai fakta.

Secara tiba-tiba, Indonesia dihebohkan dengan beredarnya foto seorang pengusaha dengan nama Akidi Tio, dikabarkan telah menyumbang sebesar 2 Triliun Rupiah untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Berapa banyak nolnya dalam 2 Triliun Rupiah?
Rp. 2.000.000.000.000 = ada 12 nolnya.

Saya pribadi tidak tertarik berita itu, karena neigh impossible (hampir tidak mungkin nyata/kenyataan), karena mengetahui bahwa sebagian pengusaha Indonesia ada yang mengemplang, menghindari, dan/atau menggelapkan Pajak.

Pajak itu apa dan buat apa?

Pengertian Pajak menurut situs resmi Pajak adalah Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,

Nah, untuk membayar Pajak saja yang notabene merupakan sumbangan/kontriibusi wajib saja masih ada yang berusaha membayar lebih sedikit daripada yang seharusnya, terus ada yang mengabarkan bahwa salah satu pengusaha Indonesia menyumbangkan dana sebesar 2 triliun rupiah? Ngimpi kali ye!

target prank 2 triliun nkri.one dart board with darts
Photo by Marc on Pexels.com

Yang jadi target utama pranknya tidak main-main lho:

  1. Gubernur Sumatera Selatan: Herman Deru;
  2. Kepala Polisi Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel) Inspektur Jenderal Eko Indra Heri;
  3. Komandan Komando Resor Militer 044/Garuda Dempo: BrigJen TNI Jauhari Agus Suraji; dan
  4. Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan: Lesty Nurainy.

Dan tentunya tidak sedikit Warga Negara Indonesia yang memang saat ini sedang sangat membutuhkan bantuan, khususnya dari segi ekonomi, saat masa Pandemi Covid-19 sedang berlangsung, langsung termakan kabar yang sempat diberitakan di berbagai media itu, termasuk namun tidak terbatas pada media resmi pemberitaan dan media sosial.

Seperti apa fakta yang beredar?

Tentunya rakyat Indonesia tidak akan mudah percaya begitu saja kabar angin yang beredar tanpa dilandasi “trigger” fakta untuk mendukung sesuatu sebagai kebenaran yang mungkin saja bukan berita bohong.

Penyerahan Bantuan dihadiri Gubernur dan dilakukan simbolis di Mapolda Sumsel

Markas Polisi Daerah Sumatera Selatan (Mapolda Sumsel) merupakan sebuah tempat yang seharusnya sakral bagi para Polisi khususnya yang ditugaskan atau bertugas di Provinsi Sumatera Selatan.

Tentunya tidak mungkin dong ada hoaks di Mapolda Sumsel (seharusnya semua kabar dan/atau berita seharusnya valid dan benar kalau berasal, bersumber, apalagi eventnya diadakan dii sana).

Dan pada saat penyerahan secara simbolis itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, turut juga menghadirinya untuk menyaksikannya.

Wah, tambah resmi lagi dong, sampai Gubernur Sumsel yang sangat sibuk itu menyempatkan diri untuk mendatangi dan mengikuti jalannya acara penyerahan sumbangan 2 triliun rupiah.

puja puji prank 2 triliun nkri.one man lifting his arms
Photo by Luis Quintero on Pexels.com

Puja Puji Beberapa Tokoh Masyarakat

Beberapa public figure (tokoh masyarakat) pun tidak terhitung yang langsung memberikan pujian atas besarnya sumbangan ini, 2 triliun, who in the right mind (siapa yang masih waras otaknya) mau memberikan uang hasil kerja keras sebanyak itu?

Orang kerja siang malam selama seumur hidup pun, belum tentu dapat uang sebanyak itu.

Validasi (tanpa dasar, cek fakta, dan.atau nalar logis) dari beberapa tokoh masyarakat ini pun turut menjadi landasan dan dasar bagi sebagian besar Warga Negara Indonesia untuk langsung mencap “wah, asli ini berarti”, “wow, bagi-bagi duit”, dan merasa ini adalah kabar yang benar.

Verifikasi Ketua MPR Bambang Soesatyo

Beberapa usaha Akidi Tio yang diketahui Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, yang lebih dikenal dengan nama singkatan Bamsoet, antara lain usaha tambang dan pabrik kecap.

Bamsoet mengungkapkan fakta yang diketahuinya bahwa Akidi Tio pernah bersumpah kepada Thong Ju (orang kaya raya pada era kepemimpinan Bung Karno, Presiden RI pertama) bahwa dia (Akidi Tio) akan memberikan sumbangan kalau dia (Akidi Tio) kaya dan ini (sumbangan melalui anak Akidi Tio) adalah buktinya.

Bamsoet juga menyatakan bahwa Akidi Tio selalu pakai identitas no name atau hamba Allah saat memberikan sumbangan.

Nah lho, bukannya seharusya dari sini sudah ketahuan ya, bahwa itu hoaks, karena Akidi Tio, tidak pernah mengungkapkan identidasnya saat memberikan sumbangan.

penyelidikan penelusuran fakta hoaks sumbangan 2 triliun nkri photo of woman looking through slit lamp
Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Penyelidikan Penelusuran Sumbangan 2 Triliun

Tentunya dan seharusnya beberapa Pejabat Negara yang merasa kaget segera melakukan penyelidikan fakta kebenaran kabar “sumbangan 2 triliun” itu, karena nilainya sangat bombastis dan hampir setara dengan anggaran tahunan beberapa Pemerintah Kota, diantaranya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor yang “hanya” berjumlah sebanyak Rp. 2,5 Triliun (dua koma lima triliun rupiah).

Kepala PPATK Menelusuri Kebenaran Fakta Sumbangan 2 Triliun

Berdasarkan hasil penyelidikan Pusat Pelaporan dan Analisa Tansaksi Keuangan (PPATK), yang memang terkenal ketat menyelidiki arus keuangan di Indonesia, pengusaha yang namanya tertulis sebagai pemberi sumbangan 2 triliun itu, tidak memiliki latar belakang sebagai pengusaha yang memiliki banyak penghasilaan (auto kaya)., sehingga terindikasi dalam kategori “mencurigakan”.

Akidi Tio Sudah Meninggal pada Tahun 2009

Berdasarkan penelusuran fakta, Akidi Tio sudah dinyatakan meninggal dunia pada tahun 2009 dan beliau pun tidak masuk dalam daftar peringkat 10 (sepuluh) orang terkaya di Indonesia, dan tentunya demikian juga dalam daftar 10 orang terkaya di dunia,

Pengecekan ke Bank Mandiri

Tentunya kesuriman (keresahan) karena ternyata dana 2 triliun yang dijanjikan tak kunjung cair pun lantas membuat Polisi kemudian membentuk tim yang ditugaskan untuk melakukan pengecekan secara langsung ke Bank Mandiri.

Dan, “voila!” (hayo lo!), ternyata Saldo Rekening sumber pencairan Bilyet Giro Sumbangan 2 Triliun itu tidak mencukupi alias tidak ada 2 triliun dalam rekening itu.

Berdasarkan keterangan di situs resmi Bank Indonesia, ​Bilyet Giro adalah surat perintah dari Penarik ​kepada Bank Tertarik untuk melakukan pemindahbukuan sejumlah dana kepada rekening Penerima.

Nah, kalau rekening sumber dananya tidak cukup, apa yang mau dicairkan? Es batu??

nkri.one, bingung, prank, hoaks, sumbangan 2 triliun
Bingung NKRI.one Sumbangan hoaks 2 Triliun

Tindak Lanjut Prank/Hoaks Sumbangan 2 Triliun

Dari segi hukum kasus sumbangan 2 triliun ini dapat dikategorikan sebagai bentuk perbuatan melawan hukum, karena menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat yang berharap bantuan itu akan segera cair.

Sejujurnya, gw bingung sama “harapan” ini, karena uang 2 tiliun itu, kalaupun ada, tidak akan dibagikan cuma-cuma ke masyarakat tapi akan dimanfaatkan dalam bentuk bantuan seperti logistik makanan, peralatan medis, obat-obatan, serta sarana dan prasarana kesehatan untuk penanganan covid-19 di Sumatera Selatan.

Jadi bukan dibagikan kayak, “ini, kamu, 10 juta.”, “ini, anu, 10 juta”, atau “ini buat jajan, 5 juta, masing-masing”, tidak, kalaupun ada, tidak akan seperti itu penyalurannya. Ini salah kaprah yang pada umunya auto-berlaku di masyarakat setiap kali ada berita sumbangan, donasi, dan/atau hibah dalam jumlah besar yang beredar.

Yang ajaib, sampai hari ini pelakunya tidak ditetapkan sebagai tersangka lho, apalagi di penjara.

Wow kan, apalagi pelaku sudah melakukannya secara terang-terangan di depan Gubernur Sumsel Herman Deru, Danrem 044/Gapo BrigJen TNI Jauhari Agus Suraji, dan Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri di Mapolda Sumsel.

Semoga suatu hari nanti memang akan bakal ada Pengusaha Indonesia yang menyumbang Rp. 2 triliun (dua triliun rupiah) untuk membantu dan/atau mensejahterakan Warga NKRI.

Tidak ada salahnya berharap kan? Hehehehe

Scroll to Top