Demonstrasi & Ketidakstabilan Politik Menggerus IHSG dan Rupiah

Demonstrasi & Ketidakstabilan Politik Menggerus IHSG dan Rupiah

Dunia finansial Indonesia lagi diuji dengan situasi politik yang memanas—demonstrasi nasional bikin IHSG ambruk dan rupiah melemah tajam.


1. Situasi Terkini: Demo Memanas, Ekonomi Indonesia Runtuh

Demonstrasi nasional yang dipicu oleh tunjangan perumahan Rp 50 juta per bulan untuk anggota legislatif memuncak di akhir Agustus 2025.
Aksi mahasiswa, buruh, ojol, dan masyarakat menyebar ke berbagai kota: Jakarta, Bali, Makassar, Bandung, Surabaya, hingga Papua (The Guardian).

Beberapa fakta pasar:

  • IHSG turun hingga 2.27 %, menyentuh angka terendah dalam dua minggu terakhir.
  • Rupiah merosot hampir 1 %, berada di kisaran Rp 16.475/USD, level terlemah sejak awal Agustus.
  • Bank Indonesia langsung turun di pasar uang—intervensi di pasar spot maupun non-deliverable, sambil terus beli SBN agar stabilitas tercipta).

Ancaman global pemerintahan juga terasa, lho:

  • Tren global (Fed, tarif AS) – melemahkan rupiah via intervensi BI sebelumnya.
  • Sentimen politik (RUU TNI, kebijakan anggaran besar) sebelumnya sudah bikin diskon IHSG hingga 7,1 % di Maret—yang paling parah sejak 2011.

2. Kenapa Demo Bikin Investor Panik?

  • Investor asing mulai cabut: mereka nggak mau ambil risiko kalau politik tidak stabil. FDI melorot, dan aliran modal ke Thailand/Vietnam mulai terasa.
  • Sentimen negatif mendalam terhadap persepsi risiko — pemerintah terkesan tidak siap menghadapi krisis dan kebijakan ambigu.
  • Tekanan “hedging cost” & jual cepat: investor jangka pendek jual aset cepat karena takut situasi waktu tidak bersahabat.

Indonesia adalah negara besar, dengan wilayah yang sangat luas, namun kenapa investor asing tidak mau masuk dan malah lari ke negara tetangga?
Well, itu karena banyaknya bangsat-bangsat yang bukan hanya hobi memeras rakyat, mereka juga punya hobi “minta jatah” sama pengusaha dan/atau investor asing.


3. IHSG dan Rupiah: Keduanya Apresiasi Stabilitas

Ketika demo makin pintu meluas dan tidak terkendali, IHSG langsung anjlok 2 %, dan indeks-indeks turunan seperti LQ45 & JII juga terkoreksi signifikan.

Rupiah ikut mini-crash, walau BI bergerak cepat untuk stabilisasi dan statement bahwa fundamental ekonomi masih solid.

Tapi itu tidak akan berlangsung lama, jika minggu depan masih terjadi aksi masa, seperti demonstrasi, maka ada kemungkinan nilai rupiah akan jadi sangat anjlok, yang artinya ekonomi Indonesia akan jatuh ke titik terendah selama 10 tahun terakhir.


4. Sejarah Mengulangi Diri: Demo Bikin IHSG & Rupiah Loyo

Fenomena ini bukan baru:

  • Juni 2019: demo pengesahan RKUHP bikin IHSG dan rupiah terguncang. Ketidakjelasan hukum bikin investor parno.
  • Maret 2025: IHSG drop 7,1 % dalam sekali sesi—tanda hebatnya ketidakpastian ekonomi dan politik. Sorotan tajam pada RUU TNI juga makin memperburuk >> trigger psikologis pasar.

Intinya: aksi demonstrasi bertubi-tubi + ketidakpastian hukum dan politik di Indonesia akan mengacaukan ekonomi Indonesia, yang ditambah dengan banyaknya utang Indonesia, maka kemungkinan negara kita (indonesia) ini menjadi negara bangkrut amatlah besar.


5. Risiko & Tambahan: Dampak Nyata di Lapangan

Demo makin panas → infrastruktur terganggu:

  • Halte dan stasiun TransJakarta dibakar di Senen.
  • TransJakarta dan MRT dibatasi, operasional drop → transportasi publik nyaris lumpuh.
  • Mall, toko, dan ruas tol terpaksa ditutup karena kekhawatiran keamanan. Investor takut logistiknya terganggu. Bahkan mal-mal mewah di Jakarta sudah mengosongkan barang dagangannya dari etalase, karena khawatir kejadian tahun 1998 terulang lagi.

6. Refleksi NKRI.one: Politik Goyah = Ekonomi Runtuh

Kalau kamu lihat demo dan politik jadi rusuh, maka otomatis pulsa investor keluar negeri dan IHSG siap terjun bebas. Ini bukan teori konspirasi, ini refleksi ritme pasar sensitif.

  • Politik stabil = sentimen tenang = ekonomi berjalan.
  • Politik memanas = pasar goyah = investor lari.

Siapa yang mau megang rupiah saat nilainya semakin turun?
Jika nilai rupiah turun, maka kekuatan ekonomi Indonesia akan tergerus pelan tapi pasti.

Melihat posingan di media sosial, saya sih yakin banyak agen asing yang makin memanaskan dengan melakukan provokasi kepada rakyat Indonesia untuk menghancurkan negaranya sendiri.

Hati-hati, ingat, kita tinggal di sini di Indonesia, keluarga kita di sini di Indonesia, dan nenek moyang kita juga orang Indonesia.
Jangan mau, dan berkordinasilah dengan Polisi dan/.atau TNI jika anda mendapati agen asing mencoba memprovokasi anda.


7. Strategi Menghadapi Ketidakstabilan Politik

Risiko PolitikStrategi Awasi
Demonstrasi meluasIklim investasi Indonesia makin rumit dan jatuh dari kestabilan
IHSG jatuh >2 %Banyak usaha yang jatuh, lapangan pekerjaan makin langka
Rupiah melemahInflasi jadi naik, siapkan lindung nilai dengan menukarnya ke mata uang asing yang lebih stabil
FDI lariReformasi & perbaiki regulasi → target stabil ekonomi dan politil –> untuk menarik investor asing kembali

8. Kesimpulan: Demonstrasi = Panas di Jalan, Ekonomi Indonesia Lumer

Demo meluas tidak cuma bikin macet jalan, tapi juga bikin lorong ekonomi Indonesia ikut bergetar.

Akar masalahnya apa, jangan sampai meluas menghancurkan bangsa ini.

Pemerintah juga harus bijak, jangan malah menekan ratusan juta rakyat yang sudah stand by menantikan langkah selannjutnya.
Selesaikan akar masalah, pihak yang bersalah harus dipaksa turun, dengan sukarela atau paksa.

Anggota DPR yang menyulut emosi rakyat harus mundur dan minta maaf, karena mereka adalah awal mula permasalahan demonstrasi besar-besaran di Indonesia kali ini.
Jangan “mbatu” dengan tidak mau mundur.
Pimpinan partai masing-masing harus bisa mengendalikan anggota partainya yang kayak bajingan, jangan sampai aksi masa ini semakin meluas.

Terima Kasih atas kunjungan dan komentarnya di NKRI One

Most Read
Scroll to Top