Kesetiaan Seorang Suami: Walau Dunia Runtuh, Saya Tidak Akan Mengkhianatimu

Dalam era globalisasi, banyak pasangan yang dihadapkan pada tantangan menjaga kesetiaan. Sebagai seorang suami yang sering berpisah dari keluarganya karena pekerjaan, saya merasakan tantangan tersebut. Namun, ada satu kalimat yang menjadi motto saya: “Walau dunia runtuh, saya tidak akan mengkhianatimu.”

Di Jakarta, ibu kota yang penuh dengan godaan, kesetiaan seorang suami seringkali diuji.

Wanita cantik dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan dari penjuru dunia berkumpul di sini.

Namun, bagi saya, semua itu seperti angin lalu. (Benarkah? LoL)

Pengertian Kesetiaan

Kesetiaan adalah komitmen untuk tetap setia dan tidak mengkhianati pasangan, meskipun dihadapkan pada berbagai godaan dan rintangan.

Ini bukan sekadar perasaan, melainkan keputusan untuk selalu memprioritaskan kepentingan dan perasaan pasangan di atas segalanya.

Wow, mulia sekali ya, saya pun tidak yakin bisa setia sama satu wanita seumur hidup saya tanpa merasa bosan.

Tapi, sifat dasar saya yang tidak mau repot, tentunya berarti menghindari “batu sandungan” seperti “main gila” atau berselingkuh.

Dampak Buruk Perselingkuhan

Perselingkuhan bukan hanya merusak hubungan, tapi juga bisa menghancurkan kepercayaan dan mengakibatkan trauma emosional bagi yang dikhianati.

Selain itu, perselingkuhan juga berpotensi menyebabkan konflik dalam keluarga, perpecahan, bahkan hingga perceraian.

Dampak emosional dari perselingkuhan bisa berlangsung lama dan mempengaruhi hubungan masa depan orang yang dikhianati.

Sebelum menikah, saya memang seorang pria yang bebas.

Namun, setelah bersanding dengan istri saya, saya memilih untuk membatasi diri.

Dengan berjalannya waktu, Alhamdulillah, kesetiaan seorang suami, yang dulu liar, seperti saya terhadap istri semakin besar dan terjaga.

Alasan Setia

Tapi, mengapa saya begitu yakin dengan kesetiaan saya?

Jawabannya sederhana: effort dan usaha istri saya yang tak kenal lelah.

Dia telah menunjukkan kepada saya bahwa dia adalah istri terbaik di dunia, bagi saya.

Sebagai balasannya, saya akan berusaha untuk selalu setia dan tidak mengkhianatinya.

Handphone saya selalu terbuka untuknya, dia mengetahui kunci untuk membuka handphone saya, dan bebas untuk memeriksa apapun yang mau dia lihat.

Pengawas Kesetiaan

Di dunia ini, banyak sekali pengawas kesetiaan anda, bisa tetangga, bisa teman kantor, bisa juga bahkan satpam (security) di tempat anda, bahkan cleaning service pun bisa menjadi pengawas kesetiaan anda.

Bahkan kemarin, teman saya baru saja cerita kalau mereka menyaksikan “perselingkuhan” pasangan tua, yang sudah mau mati kali, tapi masih saja yah gitu. Naudzubillah.

Lalu, kalau manusia bisa melihat ketika anda “nakal”, bagaimana dengan Yang Di Atas (Tuhan, bukan orang lantai atas ya)?

Kalau tidak salah, pas umur 6 (enam) tahun, saya pernah tersengat listrik (kesetrum) parah, sampai saya tercabut colokan listriknya dari dinding (jebol) karena saya tarik. (hampir mati).

15 (lima belas) tahun yang lalu, ketika sedang hujan, saya yang tidak pernah tersambar petir dan tidak percaya kalau seseorang bisa tersambar petir di tengah hujan, dengan santainya teleponan sama orang di ruang terbuka, tiba-tiba blank selama 3 (tiga) detik kurang lebih dan orang-orang melihat ke arah saya, ketika saya melihat ke arah tangan saya yang basah kena air hujan, saya melihat asap tipis yang segera hilang dan sedikit bau gosong.

Ada kemungkinan saat itu saya tersambar petir secara tidak langsung.

Nah, menurut anda, beranikah saya untuk melanggar janji saya dan/atau membuat Tuhan murka?

Sementara babang jeus (Zeus) adalah fake god, Allah adalah Tuhan yang asli, satu-satunya, dan Petir pun tunduk pada-Nya, atas alasan apa Dia tidak bisa menghantam saya dengan Petir Besar, jika Dia marah dan murka?

Kesimpulan

Dulu saya suka sekali mengkoleksi korek Zippo, salah satu koleksi Zippo favorit saya adalah Zippo Constantine.

fiat iustitia et pereat mundus
<strong>Zippo Constantine Fiat Justitia et pereat mundus<strong>

Ketika membeli dan mengimpor korek Zippo Constantine dari Inggris dulu, saya sangat senang sekali dan saya memperhatikan korek Zippo ajaib yang baru saya beli selama berjam-jam dan mendapati ada beberapa tulisan di sekelilingnya, salah satunya Fiat justitia pereat mundus yang artinya “Let justice be done, though the world perish” yang dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih “Walau dunia runtuh, keadilan harus ditegakkan”.

Nah, karena saya sangat suka dengan istilah (slogan) itu, maka saya pun bisa mengatakan hal yang sama terhadap kesetiaan saya, “Walau dunia runtuh, saya tidak akan mengkhianatimu”.

Walaupun sebenarnya kata yang lebih tepat adalah “Saya tidak akan mengkhianatimu, agar dunia tidak tuntuh (hancur)”.

Karena normalnya pengkhianatan akan menghancurkan dunia seseorang yang dikhianati dan bukan tidak mungkin dunia banyak orang di sekitarnya.

Pengkhianat biasanya akan celaka, seperti digambarkan dalam lirik lagu Runtah ini:

Bisa payu ka sasaha tungtungna jadi cilaka
(Siapa saja mau ujung-ujungnya celaka).

Lagu Runtah by Azmy Z

Note: Tidak seperti dulu ketika saya harus susah payah mengimpor Zippo dari luar negeri, sekarang Zippo Constantine bisa kalian beli di sini.
Tinggal klik, aman, gak deg-degan (urusanan bea cukai dsb), dan praktis.

Salam NKRI One!

Terima Kasih atas kunjungan dan komentarnya di NKRI One

Most Read
Scroll to Top