Ketika Manusia Mengira Tuhan Buta: “Apa Salah Saya?” (LoL)
Pernah dengar ungkapan klasik manusia: “Apa salah saya?”
Setiap kali melakukan kesalahan, banyak orang dengan mudahnya mengangkat tangan dan berkata, “Bukan salah saya, kok.”
Mereka seolah-olah yakin bahwa kesalahan yang dilakukan tidak terdeteksi oleh radar Tuhan.
Lucunya, sikap seperti ini menjadi hiburan tersendiri bagi para hamba Allah yang mengenal Allah dan tahu bahwa Allah Maha Melihat segalanya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas fenomena unik tentang manusia yang sering lupa bahwa Tuhan tidak buta, tidak tuli, dan tidak lalai.
1. Manusia, Egoisme, dan Ketiadaan Empati
Secara umum, manusia adalah makhluk yang punya kecenderungan egois.
Egoisme adalah sifat yang lebih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan orang lain.
Sejalan dengan egoisme ini, empati menjadi hal yang semakin langka.
Ketika seseorang menjadi egois, ia biasanya tidak peduli dengan dampak tindakannya terhadap orang lain.
Yang terpenting baginya adalah kepentingan pribadinya terpenuhi, meski harus mengorbankan perasaan, hak, atau bahkan hidup orang lain.
Bentuk nyata dari sifat ini adalah sikap yang menganggap bahwa Tuhan tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan. Mereka berpikir bahwa perbuatan buruk mereka tidak terdeteksi oleh siapa pun, termasuk oleh Allah.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah Ibrahim (14:42):
“Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.”
Mereka lupa bahwa Tuhan tidak pernah lengah sedikit pun.
2. Tuhan Tidak Buta, Tapi Manusia yang Buta
Ketika manusia berpikir bahwa Tuhan tidak melihat atau mengetahui dosa-dosanya, sebenarnya dialah yang buta. Kebutaan yang dimaksud bukan buta mata, tetapi kebutaan hati dan pikiran.
Allah menegaskan dalam Surah Al-Hajj (22:46):
“Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada.”
Bagi orang-orang yang memiliki kesadaran dan iman yang kuat, sangatlah jelas bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah SWT.
Bahkan bisikan hati yang paling samar sekalipun diketahui-Nya.
Namun, ironisnya, kebanyakan manusia tetap saja mengira bahwa Allah tidak melihat dosa-dosanya.
Mereka dengan santainya terus berbuat buruk, tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Lucunya lagi, ketika masalah datang menghampiri mereka, dengan polosnya mereka berkata, “Apa salah saya?“
Ya, ampun.
Apa kamu serius bertanya begitu?
3. Allah Maha Mengetahui, Sampai ke Lubuk Hati yang Terdalam
Allah SWT adalah Al-‘Alim (Yang Maha Mengetahui). Dia mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.
Firman-Nya dalam Surah Al-Mujadilah (58:7):
“Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya.
Dan tidak ada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya.
Dan tidak ada pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia bersama mereka di mana pun mereka berada.“
Dengan demikian, setiap kali seseorang berpikir bahwa Allah tidak tahu niat buruk yang tersimpan dalam hatinya, dia sesungguhnya sedang membohongi dirinya sendiri.
Bukankah ini sungguh lucu dan ironis?
Seseorang yang berpikir bisa mengelabui Tuhan Yang Maha Mengetahui!
4. Hamba Allah yang “Tahu”: Menikmati Hiburan di Balik Layar
Ada sekelompok orang yang Allah karuniakan pemahaman mendalam tentang hakikat kehidupan ini.
Mereka adalah para hamba Allah yang diberi kemampuan untuk “melihat” dan memahami bahwa Allah senantiasa mengetahui setiap gerak-gerik manusia.
Bagi mereka, menyaksikan orang yang pura-pura polos dan bertanya “apa salah saya?” menjadi sebuah amusement tersendiri.
Mereka tersenyum dalam hati, menyadari betapa lucunya sikap manusia yang merasa bisa bermain-main (membohongi) dengan Tuhan.
Hamba Allah yang demikian memiliki perspektif khusus dalam memandang kehidupan.
Mereka sadar betul bahwa Allah tidak pernah buta.
Mereka tahu bahwa dunia ini penuh dengan berbagai tipu daya manusia, tetapi pada akhirnya Allah akan menunjukkan kebenaran sejati.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2:9):
“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.“
Ya, manusia yang merasa bisa mengelabui Allah sebenarnya hanya sedang menipu dirinya sendiri.
Sungguh, amusement yang ironis bagi mereka yang memahami hakikat hidup ini.
5. Bagaimana Agar Tidak Menjadi Orang yang “Lucu” di Mata Allah?
Tentu saja, tidak ada yang ingin menjadi bahan tertawaan dalam pandangan Allah atau hamba-Nya yang diberi pemahaman.
Lantas, apa yang harus kita lakukan agar tidak menjadi orang yang mengira Tuhan buta?
Berikut tips sederhana:
a. Selalu Ingat bahwa Allah Maha Melihat
Setiap kali terbersit niat buruk dalam hati, ingat bahwa Allah mengetahuinya.
Jangankan tindakan, bahkan niat yang baru muncul saja telah diketahui oleh Allah SWT.
b. Bersikap Jujur kepada Diri Sendiri
Tidak ada gunanya berpura-pura bodoh di hadapan Allah.
Bersikaplah jujur terhadap diri sendiri, akui dosa-dosa yang pernah dilakukan, dan segera bertaubat kepada-Nya.
c. Tingkatkan Rasa Empati
Jangan menjadi manusia egois yang tidak peduli pada perasaan dan nasib orang lain.
Latih empati agar hati kita senantiasa lembut dan penuh kasih sayang.
d. Tingkatkan Iman dan Takwa
Iman yang kuat akan mencegah seseorang berbuat dosa dan maksiat secara sadar, apalagi sampai berpikir bahwa Allah tidak melihat perbuatannya.
Tuhan Tidak Buta, Manusialah yang Lalai
Lucunya manusia memang luar biasa.
Dengan santai mereka mengira bahwa Tuhan tidak melihat perbuatan buruknya.
Padahal Allah Maha Mengetahui segala yang terang maupun yang tersembunyi.
Bagi para hamba Allah yang diberi pemahaman khusus, perilaku seperti ini adalah amusement tersendiri yang hanya bisa mereka pahami.
Namun, jauh lebih penting daripada sekadar amusement, adalah menyadari bahwa Allah tidak pernah lalai.
Jangan pernah berpikir bahwa Tuhan buta terhadap apa yang kita lakukan.
Karena sesungguhnya, manusialah yang sering kali buta dan lalai terhadap kehadiran Allah di setiap detik kehidupannya.
Semoga kita semua diberi kesadaran dan hidayah untuk senantiasa jujur dan menyadari bahwa Allah Maha Melihat segala sesuatu.
Wallahu a’lam bish-shawab.


























