Thaghut: Apa Itu, Mengapa Manusia Menyembahnya, dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

Thaghut: Apa Itu, Mengapa Manusia Menyembahnya, dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

Istilah “thaghut” adalah salah satu konsep penting dalam Islam yang disebutkan berkali-kali dalam Al-Qur’an.
Namun, masih banyak di antara umat Muslim yang kurang memahami makna sebenarnya dari thaghut. Padahal, memahami konsep ini sangat penting demi menjaga keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif tentang pengertian thaghut, alasan kenapa banyak manusia yang menyembah atau mengikutinya, serta bagaimana cara kita agar terlindung dari bahayanya.

1. Pengertian Thaghut dalam Islam

Secara bahasa, kata “thaghut” (الطاغوت) berasal dari bahasa Arab yang artinya sesuatu yang melewati batas.
Dalam istilah Islam, thaghut adalah segala sesuatu yang disembah atau ditaati selain Allah SWT, yang menjauhkan manusia dari jalan-Nya.

Menurut Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya I’lamul Muwaqqi’in, thaghut memiliki definisi yang sangat jelas, yakni:

Thaghut adalah segala sesuatu yang melampaui batas, baik berupa manusia, setan, jin, ataupun benda yang diikuti atau ditaati dalam kemaksiatan kepada Allah SWT.”

Thaghut bisa berbentuk:

  • Pemimpin yang zalim, yang memerintahkan perbuatan dosa.
  • Berhala-berhala yang disembah selain Allah.
  • Orang yang mengaku memiliki pengetahuan ghaib yang bertentangan dengan ajaran agama.
  • Syetan atau Jin yang mengajak manusia kepada kemaksiatan.
  • Harta atau jabatan yang lebih dicintai daripada ketaatan kepada Allah.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2:256):

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);
sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.
Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.
Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dari ayat ini, jelas bahwa kunci keimanan adalah mengingkari segala thaghut dan hanya beriman kepada Allah semata.

2. Mengapa Manusia Menyembah Thaghut?

Pertanyaan besarnya adalah, mengapa sebagian besar manusia malah memilih menyembah atau mengikuti thaghut daripada menyembah Allah yang Maha Esa?
Jawabannya bermacam-macam, namun umumnya berkaitan erat dengan sifat-sifat berikut:

a. Gila Dunia (Hubbu ad-Dunya)

Cinta berlebihan kepada dunia dan segala kesenangannya menyebabkan seseorang meninggalkan perintah Allah dan mengikuti thaghut. Mereka rela berbuat dosa demi mengejar kesenangan sesaat.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hadid (57:20):

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga di antara kalian…

Ketika dunia telah membutakan hati seseorang, ia akan lebih memilih kemewahan dunia daripada ridha Allah, sehingga jatuh dalam kesesatan.

b. Gila Jabatan dan Kekuasaan

Sebagian manusia rela menyembah atau tunduk kepada thaghut demi memperoleh jabatan tinggi atau mempertahankan kekuasaan. Mereka lupa bahwa kekuasaan dan jabatan di dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat bersifat kekal.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Sesungguhnya kalian akan sangat berambisi pada kekuasaan, namun kekuasaan itu akan menjadi penyesalan di hari Kiamat kelak.
(HR. Bukhari)

Bagi mereka yang haus kekuasaan, menghalalkan segala cara menjadi pilihan, termasuk menuruti perintah thaghut.

c. Gila Harta (Materialisme)

Keinginan yang besar terhadap harta dan kekayaan juga sering menjadi alasan seseorang menyembah thaghut.
Allah SWT telah memperingatkan dalam Surah At-Takatsur (102:1):

Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.

Ketika harta telah menjadi tujuan hidup utama, seseorang cenderung meninggalkan aturan agama dan mengikuti jalan-jalan yang tidak diridhai Allah.

3. Akibat dari Mengikuti Thaghut

Mengikuti thaghut bukanlah perkara kecil.
Dampaknya sangat besar bagi kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Di antaranya adalah:

  • Kesesatan nyata: Menyebabkan manusia jauh dari petunjuk Allah.
  • Terhapusnya pahala amal: Semua amal ibadah akan sia-sia jika dilakukan sembari menyembah thaghut.
  • Azab yang pedih di akhirat: Allah menjanjikan hukuman berat bagi mereka yang memilih menyembah selain-Nya.

Allah SWT menegaskan dalam Surah An-Nahl (16:36):

Dan sungguh, Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut!‘”

4. Bagaimana Cara Terhindar dari Bahaya Thaghut?

Setelah memahami bahaya dan penyebab menyembah thaghut, berikut adalah cara agar kita selalu terlindungi dari bahaya ini:

a. Menguatkan Iman dan Tauhid

Kuatkan keyakinan bahwa hanya Allah yang layak disembah.
Perbanyak ilmu agama agar tidak mudah tergoda bisikan thaghut.

b. Perbanyak Dzikir dan Ibadah

Dengan dzikir dan ibadah, hati akan selalu terjaga dari godaan setan yang ingin menjerumuskan manusia kepada thaghut.

Allah berfirman dalam Surah Ar-Ra’d (13:28):

Ingatlah, dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.

c. Menjauhi Lingkungan Buruk

Teman-teman atau lingkungan yang buruk sangat mudah menjerumuskan seseorang ke dalam kesesatan.
Rasulullah ﷺ bersabda:

Seseorang itu tergantung agama sahabatnya, maka hendaklah kalian memperhatikan dengan siapa kalian bersahabat.
(HR. Abu Dawud)

d. Bersikap Zuhud terhadap Dunia

Zuhud adalah sikap tidak terlalu mencintai dunia.
Hati yang zuhud tidak mudah tergoda oleh kesenangan duniawi yang menyesatkan.

e. Senantiasa Berdoa Memohon Perlindungan kepada Allah

Rasulullah ﷺ sering berdoa:

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran, serta dari azab kubur.
(HR. Bukhari)

Memohon perlindungan kepada Allah adalah perisai paling ampuh dari godaan thaghut.

5. Penutup: Tetap Waspada dan Memohon Perlindungan Allah

Memahami apa itu thaghut dan bahayanya merupakan bagian dari keimanan.
Manusia menyembahnya karena berbagai alasan, seperti cinta dunia, jabatan, dan harta yang berlebihan.
Namun, Islam mengajarkan kita untuk menjauhi dan mengingkari segala bentuk thaghut, serta senantiasa berlindung kepada Allah SWT.

Semoga kita senantiasa diberi kekuatan oleh Allah untuk tetap berpegang teguh pada jalan-Nya dan terhindar dari segala kesesatan, baik yang nyata maupun tidak nyata.

Naudzubillahi min dzalik.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Terima Kasih atas kunjungan dan komentarnya di NKRI One

Most Read
Scroll to Top