Kebiasaan Krisna Ketika Kesal yang Tak Pernah Hilang: Hilang
Dia akan hilang dari semua hal, hubungan personal, hubungan romantis, hubungan pekerjaan, bahkan terhadap orang yang tidak punya hubungan apapun dengannya.
Pendahuluan: Bukan Menghilang, Tapi Menghindar
Setiap orang punya cara unik untuk menghadapi rasa kesal. Ada yang marah-marah, ada yang melampiaskan ke orang lain, ada juga yang menulis status panjang di media sosial.
Tapi Krisna punya kebiasaan berbeda.
Ketika dia kesal, dia tidak marah ke sana-sini.
Dia tidak memaki-maki di depan orang.
Dia tidak mengamuk.
Dia hilang.
Note; Jika dia peduli sama anda, dia akan marah.
Jika dia peduli sama anda dia tidak akan langsung hilang, dia akan memperingatkan anda dulu sebelum beneran hilang.
1. Definisi “Hilang” Versi Krisna
Hilang bukan berarti lenyap secara fisik atau gaib. Hilang di sini artinya:
- Menutup semua jalur komunikasi.
- Tidak menjawab chat, telepon, atau email.
- Tidak mau melihat orang yang membuatnya kesal, bahkan jika orang itu sengaja muncul di depannya.
- Menghindar, menepi, menarik diri sepenuhnya dari interaksi.
Kebiasaan ini sudah lama ada, dan sampai sekarang, tidak pernah hilang.
2. Kenapa Hilang?
Banyak orang bertanya: “Kenapa nggak diselesaikan saja? Kenapa malah hilang?”
Jawabannya sederhana: karena hilang lebih aman dan nyaman, tidak perlu beradu argumen, tidak perlu menjelaskan apapun, dan “who the f are you” (katanya dalam hati ketika anda ingin dia stay.
- Kalau bicara saat kesal → bisa keluar kata-kata tajam.
- Kalau bertemu saat kesal → bisa terjadi konflik fisik.
- Kalau memaksa stay → bisa makin sakit hati.
Jadi bagi Krisna, hilang = bentuk kontrol diri. Lebih baik menghilang daripada merusak sesuatu yang sudah sulit diperbaiki.
3. Dunia Menyalahkan Arti Hilangnya
Kebiasaan hilang sering disalahartikan:
- Dibilang ghosting.
- Dibilang tidak dewasa.
- Dibilang lari dari masalah.
Padahal, kadang diam dan menghilang adalah solusi terbaik.
Ironisnya, dunia modern lebih suka orang marah-marah (karena terlihat “jujur”) daripada orang yang memilih diam.
4. Menghindar: Males Aja
Menghilang bukan tanda kelemahan. Justru butuh kekuatan untuk menahan diri agar tidak meledak.
Krisna sadar betul, dia adalah tipe yang eksplosif. Sekali meledak, dampaknya bisa menghancurkan banyak hal: hubungan, pekerjaan, bahkan kepercayaan.
Menghilang adalah cara praktis, yang tidak memerlukan banyak energi, waktu, dan tenaga.
Karena itu, hilang adalah tameng.
Dengan hilang, dia menyelamatkan dirinya, dan kadang juga menyelamatkan orang lain dari dampak eksplosifitasnya.
5. Contoh Nyata: Hilang Itu Sehat
- Dalam pekerjaan: daripada marah ke atasan atau rekan kerja yang toxic, hilang sejenak lebih baik. Ambil cuti, matikan notifikasi, biarkan kepala dingin dulu.
- Dalam hubungan: daripada ribut besar dengan pasangan/teman, hilang dulu. Nanti kalau sudah reda, komunikasi bisa dilakukan dengan sehat.
- Dalam kehidupan sosial: daripada ikut debat kusir tidak penting, hilang saja. Waktu lebih berharga.
6. Perspektif Religius: Menahan Amarah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tapi orang kuat adalah yang mampu menahan amarah.”
(HR. Bukhari-Muslim).
Krisna mungkin terlihat suka melarikan diri karena “hilang.” Tapi justru itu kekuatannya.
Dia memilih diam dan menepi, bukan meledak tanpa kendali.
7. Dunia Butuh Lebih Banyak Orang “Hilang”
Bayangkan kalau semua orang ketika kesal memilih hilang, bukan ribut.
- Tidak ada lagi trending topik penuh makian.
- Tidak ada lagi demo ricuh hanya karena ego.
- Tidak ada lagi “lomba aku pintar” di kantor hanya untuk pamer.
Mungkin dunia akan lebih boring. Tapi boring itu stabil.
8. Menghilangkan Diri adalah Bentuk Self-Love
Bagi Krisna, hilang bukan hanya cara melindungi orang lain, tapi juga dirinya sendiri.
- Hilang = waktu untuk merenung.
- Hilang = waktu untuk healing.
- Hilang = waktu untuk mendekatkan diri pada Allah.
Kadang, dengan menghilang, dia justru menemukan kembali dirinya.
Kesimpulan: Menghilang untuk Menghindari Konflik
Kebiasaan Krisna ketika kesal adalah hilang.
Dan kebiasaan itu tidak pernah hilang.
Bukan karena lemah, bukan karena lari, tapi karena itu cara terbaik untuk menjaga diri dan orang lain.
Hilang bukan berarti menyerah.
Hilang bukan berarti menghindar selamanya.
Hilang hanyalah cara untuk memberi jarak, agar nanti bisa kembali dengan kepala dingin dan hati tenang.
Jadi kalau suatu hari Krisna menghilang, jangan buru-buru marah atau malah mengejarnya sampai ke ujung dunia.
Mungkin itu caranya untuk tetap bertahan, tanpa harus merusak apa pun.


























