Kenapa Orang yang Berdosa terlihat Sukses?

Kenapa Orang yang Berdosa Kelihatan Sukses Dalam Kehidupan?

“Pak, kenapa orang-orang yang berdosa malah sukses (dalam kehidupan)?”

Seperti ini pertanyaan istri saya kepada saya ketika saya sedang menyetir.

Hal itu jelas mengagetkan saya, karena saya tidak menyangka dia (istri saya) berani bertanya pertanyaan mendalam seperti itu seperti itu.

Yang dimaksud dengan orang-orang yang berdosa oleh istri saya dalam hal ini adalah orang-orang seperti koruptor, tukang selingkuh, baik pebinor (perebut bini orang) maupun pelakor (perenut laki orang), serta para pelaku kejahatan lainnya.

Mereka pada umumnya (biasanya memang melakukannya secara sengaja dan sadar, walau emang sih, kalau ketangkep atau ketahuan, biasanya 90% pada nangis. Hahahaa.

Rahasia Tipuan  

Untuk diketahui bahwasanya dunia adalah senda gurau dan permainan belaka, jadi seperti halnya dalam game (permainan) kelas atas, ada happy ending (akhir yang baik), normal ending (akhir yang standar/biasa), dan bad ending (akhir yang buruk).

Nah, sekarang anda bayangkan, manusia saja bisa membuat game yang demikian kompleksnya dengan berbagai hasil akhir.

Apalagi Allah, Tuhan Semesta Alam yang menciptakan kita yang pintar ini.

Hidup ini Hanya Game

Sebagaimana Allah berfirman, :

”…kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau…”

(Quran Surah Al-An’am ayat 32)

Sebagai seorang pemain dalam kehidupan tentunya anda harus bijak memilih setiap step (langkah) dalam menjalani hidup anda.

Namun bukan berarti karena ini game, anda bisa asal-asalan, males-malesan, apalagi sesukanya tanpa peduli aturan main.

Tapi, tidak semua manusia menyadari itu (aturan main), dan ketika istri saya bertanya seperti itu, Alhamdulillah, setidaknya itu berarti dia mulai aware (peduli kasih) dengan keadaaan di sekelilingnya.

Penjelasan

Jadi seperti ini, saya bertanya kepadanya, “dunia ini yang pegang siapa, siapa yang berkuasa di dunia ini?”

Istri saya hanya diam sejenak, seperti bingung dengan pertanyaan yang menurutnya sudah jelas jawabannya,

Karena logikanya bertanya dalam pikirannya,

Allah berkuasa atas segala sesuatu, tapi kenapa si xxxxxx (nama suaminya) bertanya seperti itu, pasti ada sesuatu yang berbeda”.

Tanpa membiarkan dia bingung sendiri lebih lama, saya menjawab lagi,

“Tentu Allah berkuasa atas semuanya, tapi dunia ini, Iblis minta sama Allah untuk berkuasa ketika dia terputus dari rahmat Allah (diusir dari Surga””.

Sebagaimana Iblis berkata kepada Allah,

“Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di Bumi, dan aku akan menyesatkan semuanya,…”

(Quran Surah Al-Hijr ayat 39)

Nah looo, lu liat dah itu “sumpah jabatan” si bang Iblis!!!

Asli 100%, tanpa pemanis buatan.

Pengecualian dari ancaman sumpah jabatan Iblis ada di ayat berikutnya:

Ada terdapat sedikit pengecualian dari sumpah serapah Iblis tadi, yaitu:

“kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka”.

(Quran Surah Al-Hijr ayat 40)

Jadi Iblis tidak berkuasa sedikitpun terhadap hamba-hamba yang terpilih (pilihan Allah).

Nanti akan dibahas terkait itu oleh NKRI One dalam kajian (artikel) lain. (Inshaa Allah kalau banyak yang bertanya).

Kembali lagi ke pembahasan utama di artikel ini.

“Jadi, semua uang, harta, dan benda yang ada di dunia ini, yang bisa ‘membutakan mata (hati)’ manusia ada di tangan Iblis dan sekutunya”.

“Semua itu menjadi senjata Iblis dan para setan untuk menyesatkan manusia, apalagi yang sudah (terlanjur ter)sesat tanpa arah”, tambah saya lagi.

“hal itu (harta, tahta, dan wanita/laki-laki) digunakan untuk membuat mereka yang (sudah) berdosa merasa beruntung dan seperti baik-baik saja, bahkan lebih dari orang biasa”.

“Mereka tidak akan bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk semakin mereka melahap dosa yang mereka lakukan, sampai semuanya sudah terlambat (untuk diperbaiki)”.

Hamba Allah aman dalam Perlindungan Allah

“Tapi kamu tidak perlu khawatir, Allah melindungi orang-orang yang beriman, Iblis dan sekutunya tidak punya kuasa sedikitpun atas orang yang beriman”

Iblis sudah bilang sendiri di hadapan Tuhan kok,

“kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka”.

(Quran Surah Al-Hijr ayat 40)

Iblis berbeda dengan manusia (kebanyakan), karena Iblis sangat menghargai (bisa dipegang) kata-katanya, apalagi yang dikatakan di hadapan Tuhan, jadi dia memang tidak akan mencelakai hamba-hamba Allah yang terpilih ya.

Sedikit Note terkait Perjanjian dengan Iblis

Sebenarnya, manusia tidak akan (jarang) kontak langsung dengan Ablasa (nama lain Iblis dalam keadaan terhina), tapi sama keturunannya alias setan.

Baik Setan High Level atau Setan Low Level, ada tingkatannya (kayak di game).

Tapi ya, orang yang liat pocong aja panik, gimana mau lihat setan kelas atas, makanya, biasanya yang hadir menandatangani perjanjian hanya low-level demon/satan.

Dan biasanya isinya sangat mengikat dan tidak jarang memerlukan leverage (imbal balik), pasti ada “sesuatu”, tidak mungkin “gratis”. Catat itu sebelum bertindak lebih jauh.

Oh iya, jika kamu menyekutukan diri dengan mereka, maka pintu taubat is gone (gak bisa tobat kk).

Balik lagi ke Pembahasan Utama

Menggoda istri saya adalah salah satu hobi utama saya, dengan menawarkan “jalan pintas”.

“Jadi, kamu mau menukar kehidupanmu dengan semua itu?”, lirik saya kepada istri saya yang mulai mencerna semua informasi “rahasia” yang jarang disampaikan di ceramah agama, karena akan berpotensi menyinggung yang mbayar (membayar).

“Kamu sehat, cantik, tidak kekurangan sesuatu apapun,”

“Walau saat ini ya (secara ekonomi) pas saja, (lebih banyak buat jajan) tapi tidak ada yang kurang (contoh: hidup pait) seperti mereka yang (benar-benar) kekurangan (dari sisi materi)”.

Alhamdulillah.

“kita, saat ini diberi Tuhan kesempatan untuk melihat mana yang baik sama kita dengan tulus, mana yang sekedarnya saja, dan mana yang jahat sama kita”, timpal saya untuk menjawab pertanyaan hatinya.

“kalau kita (sudah terlanjut di posisi) kaya raya, bisa membeli apapun tanpa berpikir (alias kaya banget), kita akan lebih sulit membedakan mereka yang tulus baik (dengan kita)”

Semua ngaku dulur (semua orang mengaku/menganggap sebagai kerabat/keluarga)

kalo kata Orang jawa

“Sabar saja, (kita) tetap berusaha sebaik mungkin dan buka semua pintu (banyak usaha) untuk menerima rezeki (dari) Allah”

“….Manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya”

(Quran Surah An-Najm ayat 39)

“dan sesungguhnya usanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)”

(Quran Surah An-Najm ayat 40)

“kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”

(Quran Surah An-Najm ayat 41)

Enak kan, dengar janji Allah?

Tetap berusaha adalah cara ampuh untuk membuka pintu rezeki dari Allah.

Sebagaimana Allah berfirman,

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”

(Quran Surah Al-Qashash ayat 77)

Pesan Layanan Hamba Allah

Tetap semangat hidup, dan mencari rezeki,

“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”

{Quran Surah Ar-Ra’d ayat 11)

Sampai bertemu lagi di artikel berikutnya, terima kasih sudah membaca.

Scroll to Top