Masih Belum Berani Naik Bus karena Alasan Keamanan

Masih Belum Berani Naik Bus karena Alasan Keamanan

Jujur aja ya, sebenarnya aku tertarik banget untuk naik bus sebagai sarana transportasi sehari-hari. Selain lebih hemat, bus juga dianggap sebagai opsi yang ramah lingkungan. Tapi, entah kenapa, tiap kali muncul niat untuk coba naik bus, aku selalu ragu dan mundur lagi karena masalah klasik: keamanan.

Ya gimana nggak ragu? Hampir tiap hari media sosial dipenuhi berbagai laporan tindakan kriminal yang terjadi di bus kota, Transjakarta, bahkan hingga bus antarkota sekalipun. Mulai dari pencurian laptop, pencopetan handphone, sampai aksi copet dompet yang sering banget jadi topik panas di medsos. Bukannya paranoid ya, tapi berita kayak gini jelas bikin calon penumpang seperti aku makin was-was.

Salah satu hal yang bikin khawatir banget adalah kehilangan barang berharga seperti laptop atau smartphone. Di zaman sekarang, barang-barang ini bukan lagi sekadar alat elektronik biasa, tapi sudah menjadi kebutuhan pokok buat kerja, komunikasi, dan berbagai aktivitas penting sehari-hari. Bayangin aja, lagi asyik-asyiknya kerja sambil nunggu sampai tujuan, tiba-tiba laptop hilang diambil pencuri. Bukannya makin produktif, malah bikin stres dan berabe urusan ke depannya.

Belum lagi soal dompet. Dompet memang sih bisa diisi ulang, tapi yang jadi masalah besar itu bukan cuma uangnya doang. Kebayang repotnya harus urus KTP, SIM, kartu debit atau kredit, dan segala macam dokumen penting lainnya yang biasanya ada di dompet. Ribetnya ngurus kehilangan dokumen di Indonesia itu, jujur, bikin kepala pusing tujuh keliling.

Aku pernah dengar pengalaman temen yang kehilangan handphone di bus. Katanya, saking rapinya pencuri ini, temenku sama sekali nggak sadar kalau smartphone-nya udah berpindah tangan. Baru sadar ketika udah turun dari bus dan mau pakai buat order ojek online. Wah, nggak kebayang deh gimana paniknya waktu itu!

Sebenernya bukan berarti semua bus nggak aman, lho ya. Banyak juga kok cerita positif orang yang nyaman naik bus, bahkan sampai jadi pelanggan setia. Tapi lagi-lagi, berbagai berita negatif di media sosial itu sukses bikin aku dan banyak calon penumpang lain merasa nggak aman. Mau nggak mau, stigma negatif tentang keamanan di transportasi umum terutama bus makin melekat kuat.

Padahal kalau dipikir-pikir lagi, naik bus itu enak banget loh sebenernya. Nggak perlu nyetir sendiri, hemat biaya bensin, nggak kena macet parah (khususnya busway), dan juga bisa istirahat sejenak selama perjalanan. Tapi sayangnya, kenyamanan ini selalu terhalang rasa cemas dan khawatir terhadap keamanan.

Lalu gimana dong solusinya? Kalau menurut aku pribadi sih, harus ada kolaborasi lebih serius antara pihak penyedia layanan bus dengan aparat keamanan. Keamanan di dalam bus perlu ditingkatkan dengan pengawasan yang lebih ketat, entah lewat pemasangan CCTV atau dengan patroli rutin dari pihak keamanan yang berpakaian biasa (plainclothes).

Selain itu, perlu juga edukasi yang lebih aktif ke masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan selama di transportasi umum. Mulai dari cara menjaga barang bawaan secara aman, tips posisi duduk yang lebih aman, hingga mengenali gerak-gerik mencurigakan orang lain.

Sebagai calon penumpang, kita juga harus mulai sadar bahwa keamanan dimulai dari diri sendiri. Bawa barang berharga dengan lebih hati-hati, hindari menggunakan barang elektronik secara terbuka di dalam bus, dan selalu waspada terhadap keadaan sekitar. Bukan berarti harus curiga terus-terusan sama orang lain ya, tapi lebih kepada meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan diri sendiri.

Kalau hal-hal ini bisa dilakukan, aku yakin banget makin banyak orang, termasuk aku sendiri, yang berani memilih bus sebagai transportasi utama tanpa rasa khawatir berlebihan. Ya, setidaknya aku bisa tidur nyenyak atau baca buku dengan tenang di dalam bus tanpa takut kehilangan sesuatu yang penting.

Sampai saat itu terwujud, sepertinya aku masih harus menahan diri buat naik bus. Semoga aja nggak lama lagi situasi keamanan di transportasi umum bisa jauh lebih baik, biar aku nggak cuma bermimpi naik bus dengan nyaman, tapi benar-benar bisa melakukannya tanpa rasa takut. Saat ini bagiku, opsi viable hanya naik pesawat saat hendak bepergian ke luar kota, karena alasan keamanan yang sepertinya lebih terjamin.

Berikut beberapa tips traveling agar kamu nggak kehilangan benda berharga saat bepergian keluar kota:

  1. Gunakan tas anti maling atau tas dengan resleting tersembunyi agar barangmu lebih aman dari pencuri.
  2. Hindari membawa barang berharga dalam jumlah besar, bawa saja yang benar-benar penting.
  3. Simpan uang tunai dan dokumen penting di tempat terpisah, jangan disatukan di satu dompet saja.
  4. Gunakan travel pouch atau money belt yang bisa disembunyikan di dalam pakaian agar lebih sulit diambil pencuri.
  5. Selalu jaga pandangan dan pegang erat barang bawaan terutama di tempat ramai seperti terminal atau stasiun.
  6. Jangan tunjukkan barang elektronik secara terbuka di tempat umum jika tidak benar-benar diperlukan.
  7. Gunakan kunci pengaman pada koper atau tas jika bepergian jauh dan transit di tempat ramai.

Dengan menerapkan tips ini, setidaknya rasa khawatir bisa sedikit berkurang, dan perjalananmu akan jauh lebih nyaman dan aman.

Terima Kasih atas kunjungan dan komentarnya di NKRI One

Most Read
Scroll to Top